...
News
Mengenal Jenis-jenis Pemeriksaan Tersier Eye Clinic

Kompleksnya kelainan penglihatan, saat ini banyak berdiri rumah sakit yang khusus menangani mata untuk memberikan proses penanganan yang lebih maksimal dengan hasil terbaik. Hal tersebut didukung oleh jenis-jenis pemeriksaan tersier yang tersedia pada rumah sakit mata. Berikut beberapa jenis pemeriksaan tersier:

1. Pemeriksaan Refraksi

Pemeriksaan refraksi adalah pemeriksaan mata dasar untuk mengoreksi kelainan refraksi seseorang. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis kelainan refraksi dan mengukur tingkat kelainan yang perlu dikoreksi. Periksa refraksi terdiri dari pemeriksaan obyektif dan subyektif. 

Pemeriksaan Refraksi

Pemeriksaan obyektif dilakukan menggunakan alat retinoscopy dan auto-refractor yang hasilnya dapat dilihat atau diukur langsung, tidak tergantung apa yang dikatakan oleh penderita kepada pemeriksa. Sedangkan pemeriksaan subyektif, berdasarkan deskripsi keluhan dari penderita. Mengingat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam proses investigasi, biasanya kedua pemeriksaan ini akan dilakukan secara bersama untuk mendapatkan hasil terbaik.

2. Pemeriksaan Intra okular (Tanometer)

Tanometer merupakan alat untuk mengetahui tekanan intraokular pada mata. Pemeriksaan ini untuk pengecekan indikasi pada penderita glaukoma akut atau kronis, orang berusia 35 tahun, penderita diabetes mellitus, keluarga penderita glaukoma, dan klien yang buta sebelah. Saat ini tanometer memiliki tiga macam metode pemeriksaan yaitu tonometer digital, tonometer schiotz, dan tonometer aplanasi goldman.

http://4.bp.blogspot.com/-FU3qyDy6akM/UE7ZYsA88-I/AAAAAAAAADQ/sVA3uXaSQm8/s200/tonometer+1.JPG   http://2.bp.blogspot.com/-3hcB5DBxAQA/UE7ZXdnoacI/AAAAAAAAADI/MfjUHT374As/s200/aplanasi.JPG

Tanometer Schiotz                                      Tanometer Aplanasi

3. Pemeriksaan Lapang Pandang Perimeter kinetik (Goldmann)

Pemeriksaan jenis ini untuk mengukur lapang  pandang pasien guna mendapatkan informasi  mengenai lapang pandangannya apakah termasuk kategori normal atau abnormal. Keunggulan jenis pemeriksaan ini adalah bisa merekam seluruh luas lapan panjang baik yang masih utuh maupun yang sisa-sisa penglihatan yang sangat sempit. Pemeriksaan dilakukan menggunakan perimeter kinetik manual yang dibuat oleh dr. Goldmann dengan bentuk seperti mangkok. 

4. Humphrey Field Analyzer (HFA)

Humphrey Field Analyzer (HFA) adalah salah satu jenis alat perimeter statik yang menggunakan stimulus diam untuk diubah kekuatannya sehingga pasien melihat stimulus dengan tepat. Alat ini berfungsi untuk melihat adanya cacat lapang pandang. 

5. Optical Coherent Tomography (OCT)

OCT adalah teknik diagnostik non invasive yang dapat memberikan informasi mengenai struktur dengan detail dari segmen posterior, yaitu retina dan papil saraf optik. Sistem kerja OCT dengan menampilkan gambaran histologi potongan lintang retina yang masih hidup beresolusi tinggi. Pada penelitian terbaru saat ini, teknik pemeriksaan OCT sangat bermanfaat untuk mengevaluasi penyakit glaukoma. 

6. Heidelberg Retinal Tomography (HRT)

HRT memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan OCT yaitu untuk pengukuran ketebalan lapisan saraf mata yang berguna dalam deteksi dini Glaukoma.

7. Pemeriksaan Visus

Pemeriksaan visus merupakan jenis pemeriksaan untuk melihat ketajaman penglihatan dengan cara membaca “chart” dari jarak yang ditentukan, namun biasanya sekitar lima hingga enam meter. Penentuan jarak pandang disesuaikan dengan jarak pandang mata normal. Kartu chart yang digunakan memiliki tiga macam seperti Snellen Chart bertuliskan beberapa huruf dengan ukuran berbeda, digunakan bagi pasien yang sudah bisa membaca. Lalu ada chart lain seperti E Chart yang bertuliskan huruf E degan berbagai arah kaki berbeda-beda dan Chart Cincin Landolt yang berbentuk huruf c dengan berbagai arah cincin. 

Snellen Chart

E Chart

Chart Cincin Landolt

8. Pemeriksaan Biomikroskopi 

Metode pemeriksaan ini untuk mendeteksi gejala katarak sejak dini. Cara kerja pemeriksaan ini dengan mengarahkan seberkas cahaya ke mata lalu melalui dokter akan melihat respon pada kornea, iris, lensa, korpus vitreum bagian depan secara rinci melalui mikroskop khusus. 

Slit Lamp Biomicroscopy

9. Pemeriksaan Gonioskopi

Gonioskopi adalah tindakan untuk melihat keadaan dari sudut bilik mata atau tempat keluarnya cairan mata dari bola mata dengan goniolens. Cara kerja pemeriksaan ini adalah dengan memakaikan lensa dan cermin khusus pada sudut bilik mata. Gonioskopi biasa digunakan untuk pemeriksaan kasus dugaan glaukoma, mengetahui tahapan tumor yang menyerang iris dan untuk memeriksa benda asing disudut bilik mata depan.

10. Bedah Cito: Bedah Iridektomi Perifer (Bedah Inisial) dan Trabekulektomi 

Iridektomi Perifer digunakan untuk membuat saluran bilik mata belakang dan depan karena adanya hambatan dalam pengaliran humor akueus. Hal ini hanya dapat dilakukan jika sudut yang tertutup sebanyak 50%. Jika bedah Iridektomi Perifer gagal atau kondisi sudut yang tertutup lebih dari 50% maka akan dilakukan bedah Trabekulektomi.

11. Laboratorium: Kultur Jaringan Kerokan Kornea

Pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mengidentifikasi organisme khususnya bakteri untuk membantu diagnosis keratomikosis dengan pasti. Pemeriksaan dilakukan dengan kerokan kornea dari dasar dan tepi ulkus dengan biomikroskop. Kemudian, dapat dilakukan pewarnaan KOH, Gram, Giemsa atau KOH + Tinta India. 

12. Pemeriksaan Ophtalmoskop

Pemeriksaan oftalmoskopi merupakan bagian terpenting 20 dari rangkaian pemeriksaan medik yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk melihat gejala-gejala yang dapat menunjukkan adanya retina lepas, glaukoma, tekanan darah tinggi, penyakit diabetes melitus, tumor otak dan penyakit-penyakit lain. Cara kerjanya dengan sistem cermin optik untuk melihat anatomi interna dari mata. Lalu dua cakram pada oftalmoskop dengan fungsi untuk mengatur lubang cahaya (dan filter) dan satu lagi untuk merubah lensa berfungsi mengoreksi kesalahan refraktif baik dari pemeriksa maupun pasien. 

13. Pemeriksaan Dengan Lensa 3 Mirror: Sudut Bilik Mata, Polus Posterior, dan Retina Perifer

  • Sudut Bilik Mata: Pemeriksaan dengan biomikroskopi untuk mendeteksi penyakit glaukoma dan faktor penyebabnya. Pemeriksaan ini dapat melihat dari respon mata terhadap cahaya.
  • Polus Posterior: Bertujuan untuk melihat apakah ada pelebaran dan arah berkelok pembuluh darah retina di Polus PosteriorII. Pengecekan ini untuk mendeteksi adanya plus disease yang dapat ditemukan pada semua stadium dan tingkat keparahan yang makin tinggi. 

14. Pemeriksaan Laboratorium: Darah Lengkap, ESR, Vdrl, Tpha. Petanda Autoimun (Ana, Rf, Dna, Anti Doublestanded), Kalsium, Kadar Serum Ace (Sarkoidosis), dan Uji Mantaoux

Pemeriksaan darah lengkap diperlukan untuk memberikan informasi tentang sel-sel darah pada pasien dan bisa digunakan sebagai tes skrining pemeriksaan gangguan seperti anemia atau adanya infeksi penyakit lainnya. Untuk mengukur kecepatan endap eritrosit, dapat dilakukan pengecekan menggunakan ESR atau disebut Erithrocyte Sedimentation Rate.

Veneral Disease Research Laboratory (VDRL)/Serum atau Cerebrospinal Fluid (RPR) merupakan satu-satunya pemeriksaan laboratorium untuk neunurosipilis yang disetujui oleh Centers for Disease Control. Pemeriksaan VDRL serum merupakan pemeriksaan penyaring atau Skrining Test dan hasilnya baik positif atau negatif sebagai penentuan untuk pengecekan lebih lanjut ke tahap pemeriksaan TPHA.

15. Terapi Operatif Untuk Evaluasi Diagnostik (Parasentesis, Vitreus Tap, Biopsi Korioretinal

Pemeriksaan Biopsi Korioretinal dilakukan jika diagnosis belum dapat ditentukan dari gejala dan pemeriksaan laboratorium mendalam umum. Terutama untuk jenis non granulomatosa atau jelas berespon dengan terapi non spesifik.